Laman

Minggu, 30 Juni 2013

SIFAT, FUNGSI, DAN TUJUAN BIMBINGAN DAN LKONSELING DI SEKOLAH DASAR


            Layanan bimbingan dan konseling di Sekolah, khususnya di Sekolah Dasar tidak dapat dilepaskan dari sifat, fungsi, dan tujuan bimbingan dan konseling itu sendiri. Oleh karena itu, esensi bimbingan dan konseling akan ditemukian dalam sifatnya itu, sedangkan aktivitasnya seperti apa pada dasarnya akan dilihat dalam fungsi bimbingan dan konseling tersebut. Adapun tujuan merupakan hasil akhir yang diharapkan dari kerja bimbingan dan konseling. Maka dari itu, bimbingan dan konseling itu targetnya bukan waktu, akan tetapi selesainya proses bantuan yang diberikan dalam mengatasi masalah individu dan atau kelompok. Untuk itu secara ringkas dibahas lebih lanjut tentang (1) sifat bimbingan dan konseling, (2) fungsi bimbingan dan konseling, dan (3) tujuan bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar.
Konsep-konsep Pokok
            Konsep-konsep pokok yang perlu dipahami dan didalami lebih lanjut yang terdapat pada bab ini adalah:
1.      Rumusan tentang sifat bimbingan dan konselingdi sekolah dari berbagai ahli bimbingan dan konseling;
2.      Lima macam rumusan bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar oleh Nurihsan A.J. dan Sudianto A.;
3.      Penjelasan masing-masing jenis sifat bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar, yaitu: pencegahan, penyembuhan, perbaikan, pemeliharaan, dan pembangunan;
4.      Rumusan fungsi bimbingan dan konseling di Sekolah dari berbagai ahli bimbingan dan konseling;
5.      Empat macam fungsi bimbingan dan konseling di sekolah Dasar oleh Nurihsan A.J. dan Sudianto A. beserta penjelasannya;
6.      Penjelasan masing-masing fungsi bimbingan dan konseling di Sekolah dasar, yang terdiri dari fungsi pemahaman, fungsi penyaluran, fungsi adaptasi dan fungsi penyesuaian;
7.      Rumusan tentang tujuan bimbingan dan konseling di sekolah dari berbagai ahli bimbingan dan konseling;
8.      Empat macam tujuan bimbingan dan konseling di sekolah oleh Nurihsan A.J. dan Sudianto A. beserta penjelasannya;
9.      Penjelasan tujuan biimbingan dan konseling di Sekolah Dasar beserta hal-hal yang harus mendapat kesempatan dan tinjauan dari peserta didik.
A.      Sifat Bimbingan dan Konseling
Dalam kajian bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya sekolah dasar dalam pembahasannya antara fungsi dan sifat bimbingan dan konseling biasanya banyak dibahas secara berhimpitan atau beriringan. Bahkan tak sedikit ahli yang dalam pembahasan kedua hal tersebut seakan-akan sama, tidak memperlihatkan perbedaannya secara tajam, meskipun dalam kegunaan sehari-hari sering dibedakan antara sifat dan fungsi.
Sifat lebih menunjukkan karakter atau watak yang merupakan kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang, dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, dapat disebut dengan ciri khas.  Banyak pengertian tentang sifat, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (2003: 1062) disebutkan antara lain: (1) peri keadaan yang menurut kodratnyaada pada sesuatu (benda, orang, dsb); (2)ciri khas yang ada pada sesuatu (untuk membedakan dari yang lain); (3) dasar watak (dibawa sejak lahir);tabiat.
Sedangkan fungsi merupakan bagian utama dari dari cabang kerja yang selanjutnya tebagi menjadi aktivitas (Marbun. 2003: 79).
 Jadi antara sifat dan fungsi sebenarnya memiliki perbedaan, meskipun sama-sama berhubungan dengan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, maka dari itu meskipun memiliki persamaan sehingga sering dalam penerapan sehari-hari seakan-akan sama, meskipunjuga ada yang membedakan atau memisahkan. Sebagai contoh Nurihsan A.J. dan Sudianto A. (2004: 13-15) dalam pembahasannya antara sifat dan fungsi bimbingan dan konseling diletakkan secara terpisah tetapi bersandingan atau berurutan. Dengan demikian masih terkesan adanya perbedaan antara sifat dan fungsi. Menurut Nurihsan AJ dan Sudianto A, sifat bimbingan dan konseling ada 5 macam, yaitu: (1) pencegahan, (2) penyembuhan, (3) perbaikan, (4) pemeliharaan, dan (5) pengembangan. Sedangkan fungsi bimbingan dan konseling disebutkan ada 4 macam, yaitu: (1) fungsi pemahaman, (2) fungsi penyaluran, (3) fungsi adaptasi, dan (4) fungsi penyesuaian.
Berkaitan dengan sifat dan fungsi bimbingan dan konseling diatas dalam pembahasan tertentu ada yang menyebutkan sifat disamakan dengan fungsi. Hal tersebut sebagaimana disebutkan oleh Sukardi DK (2002: 26-28) bahwa ditinjau dari segi sifatnya, layanan bimbingan dan konseling dapat berfungsi (1) pencegahan (preventif), (2) fungsi pemahaman, (3) fungsi perbaikan, dan (4) fungsi pemeliharaan dan pengembangan. Bahkan menurut Yusuf S dan Nurihsan AJ (2006: 16-17) antara sifat dan fungsi bimbingan dijadikan satu menjadi fungsi bimbingan yang dirinci menjadi tujuh macam, yaitu: (1) pemahaman, (2) preventif, (3) pengembangan, (4) perbaikan (penyembuhan), (5) penyaluran, (6) adaptasi, (7)penyesuaian. Selanjutnya Prayitno dan Amti E (2004:194) juga menyebutkan fungsi bimbingan dan konseling yang hampir sama dengan sifat bimbingan dan konseling seperti yang telah disebutkan oleh ahli yang terdahulu. Menutut ia ada 4 fungsi bimbingan dan konseling di sekolah, yaitu: (a) fungsi pemahaman, (b) fungsi pencegahan, (c) fungsi pengentasan, (d) fungsi pemeliharaan dan pengembangan. Dengan demikian sulit ditemukan secara tegas yang memisahkan anatara sifat dan fungsi, hal tersebut dapat dipahami.
Menurut Nurihsan AJ dan Sudianto A, sifat bimbingan dan konseling ada 5 macam, yaitu:
1.    Pencegahan
Bimbingan dan konseling berusaha mencegah siswa dari berbagai masalah yang mungkin timbul, yang dapat menggangu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian tertentu dalam proses perkembangannya.
2.    Penyembuhan
Bimbingan dan konseling diusahakan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang dialami oleh siswa.
3.      Perbaikan
Bimbingan konseling untuk memperbaiki kondisi siswa dari permasalahan yang dihadapinya sehingga dapat berkembang secara optimal
4.      Pemeliharaan
Bimbingan dan konseling untuk memelihara kondisi indibidu yang sudah baik agar tetap baik.
5.      Pengembangan

Bimbingan dan konseling untuk mengembangkan berbagai potensi dan kondisi positif individu dalam rangka perkembangan dirinya sendiri secara mantap dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar