Kelas Aves (Burung) :
Pengertian, Ciri-ciri, Reproduksi, Contoh - Dalam kehidupan sehari-hari,
Aves kita kenal sebagai kelompok burung. Secara umum tubuhnya terdiri atas
kepala, leher, badan, dan ekor. Tubuhnya ditutupi oleh bulu, lengan
depannya mengalami modifikasi sebagai sayap yang umumnya digunakan untuk
terbang. Alat gerak belakang digunakan untuk berjalan, bertengger, atau
berenang, dan umumnya dilengkapi dengan 4 jari. Mulut Aves meluas
sebagai paruh dan tidak bergigi. Burung mempunyai berbagai bentuk
paruh Aves dibedakan menjadi 2 subkelas, yaitu Subkelas
Archaeornithes dan Subkelas Neornithes. Archaeornithes merupakan burung
purba dan saat ini telah punah. Pada paruhnya terdapat gigi-gigi, ekornya
masih bertulang, serta sayapnya masih bercakar. Misalnya adalah Archaeopteryx
sp. Sedangkan Neornithes merupakan kelompok burung sejati. Tulang
metacarpalia bersatu membentuk carpometacarpus, jari kaki keduanya
merupakan jari terpanjang, memiliki 13 vertebrae caudal atau kurang,
tulang dada (sternum) dengan atau tanpa carina, dan ekornya berbulu serta
berukuran pendek
Neornithes merupakan kelompok burung modern yang
sering kita temukan saat ini. Kelompok ini terdiri atas berbagai ordo.
Ada yang merupakan burung pelari yang cepat, misalnya burung unta (Struthio
camelus), burung terestial yang tidak dapat terbang, misalnya kiwi (Apteryx
sp.), burung perenang di Antartika, pinguin (Aptenodytes sp.), dan
kelompok burung penyanyi, misalnya burung gelatik
Jumat, 28 Juni 2013
Hewan Invertebrata
Hewan Invertebrata
(Tak Bertulang Belakang) : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi -
Invertebrata adalah nama yang digunakan untuk menyebut kelompok hewan yang
tidak bertulang belakang. Kata ini berasal dari bahasa Latin in (tanpa) dan
vertebrae (tulang belakang). Invertebrata merupakan kelompok hewan yang jumlahnya
sangat besar, terdiri dari berbagai filum, yaitu Porifera, Cnidaria
(Coelenterata), Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca,
Arthropoda, dan Echinodermata. Pada uraian berikut kalian bisa mempelajari ciri
masing-masing filum dan contoh jenis-jenis hewan yang menjadi anggota filum
tersebut.
Hewan Vertebrata
Hewan Vertebrata (Bertulang
Belakang) : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Contoh, Gambar
- Vertebrata adalah kelompok hewan bertulang belakang. Berbeda dengan
kata “invertebrata” yang bukan merupakan kategori takson, kata
“vertebrata” merupakan salah satu kategori takson di dalam Filum Chrodata,
yaitu sebagai subfi lum. Ciri khas Filum Chordata adalah memiliki notochorda
(notho: punggung dan chord: batang tali) atau corda dorsalis yang
merupakan penyokong tubuhnya. Chordata terbagi menjadi 3 subfi lum, yaitu
Cephalochordata (notochorda hanya di bagian kepala saja),
Urochordata atau Tunicata (nothocorda hanya dalam ekor atau pada
larvanya) dan Vertebrata (nothocorda membentuk aksis tubuh). Pada
pembahasan ini kita akan membicarakan hewan-hewan anggota
Subfilum Vertebrata.
Subfilum Vertebrata adalah kelompok
hewan yang memiliki tulang belakang dari dalam tubuhnya yang terbuat dari
bahan tulang rawan atau tulang sejati. Chorda dorsalis membentuk aksis
tubuhnya dan membentuk vertebrae yang tersusun overlaping antara satu
dengan yang lainnya, sistem syaraf dorsal membentuk saluran, otak
kompleks, berdarah merah, dan memiliki 2 pasang alat gerak.
Filum Arthropoda
Filum Arthropoda adalah
binatang yang kakinya beruas-ruas termasuk juga bagian perut (abdomen) dan dada
(toraks) yang beruas-ruas, contoh : nyamuk, lalat, kecoak, kutu, udang, kaki
seribu, dsb. Berdasarkan contoh dari arthropoda yang telah disebutkan dan
termasuk contoh lainnya dari arthropoda tidak semua dari jenis arthropoda yang
dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Adapun pengaruh arthropoda bagi
kesehatan manusia yaitu sebagai vektor (penular) penyakit dan sebagai penyebab
penyakit.
Arthropoda merupakan suatu filum yang terdiri dari
beberapa kelas, yaitu :
1.
Kelas serangga (Hexapoda/insecta),
2.
Kelas Arachnida, contoh : laba-laba
3.
Kelas myriapoda, contoh lipan
4. Kelas
Chylopoda
5. Kelas
Diplopoda, contoh kaki seribu.
Dan kelas arthropoda terdiri dari beberapa ordo, diantaranya
:
1.
Ordo Diphtera, contoh : nyamuk dan lalat.
2.
Ordo Siphonaptera, contoh : pinjal tikus, pinjal
kucing dsb
3.
Ordo Anoplura/ phtiraptera, contoh : kutu kepala, kutu
dada, dan kutu kemaluan
4.
Ordo Orthoptera, contoh : kecoak dsb
Arthropoda yang dapat menjadi vektor penyakit dalam
hal ini yang akan dibahas tidak mencakup keseluruhan tetapi yang akan dibahas
adalah beberapa arthropoda sebagai vektor penyakit. Adapun jenis
artrhopoda yang dimaksud berasal dari kelas insecta, myriapoda khususnya
dan dari ordo diptera. Phtiraptera dan diphtera seperti yang tersebut di atas,
diantaranya : kecoak, lalat, kutu, dan pinjal.
Filum Moluska
Filum Moluska :
Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh - Kata mollusca berasal
dari Bahasa Latin mollis (lunak), sehingga Moluska berarti hewan yang bertubuh
luak. Tubuhnya simetri bilateral, tripoblastik, dan tidak bersegmen. Tubuhnya
yang lunak biasanya dilindungi pallium (mantle) yang menghasilkan sekret berupa
eksoske leton dari zat kapur yang dikenal dengan cangkang atau concha. Bagian
tubuh anterior adalah kepala, bagian ventral adalah kaki muskuler, dan bagian
dorsal adalah massa visera. Saluran pencernaannya lengkap, mempunyai glandula
digestoria dan glandula salivary, mulut dilengkapi dengan gigi parut atau
radula. Respirasi biasanya dengan insang, paru-paru, atau melalui epidermis.
Habitatnya di laut, air tawar, dan di darat. (Baca juga : Hewan Tak Bertulang Belakang)
Berdasarkan struktur tubuh, Moluska
dibagi menjadi lima kelas, yaitu Amphineura Gastropoda, Scaphopoda,
Cephalopoda, dan Pelecypoda.
Filum Echinodermata
Filum
Echinodermata
(dari bahasa Yunani
untuk kulit berduri) adalah sebuah filum
hewan
laut yang mencakup bintang laut, Teripang,
dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman
laut. Filum ini muncul di periode Kambrium
awal dan terdiri dari 7.000 spesies
yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Lima atau enam kelas
(enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang mencakup
a)
Asteroidea bintang laut: sekitar
1.500 spesies yang menangkap mangsa untuk makanan mereka sendiri
b)
Concentricycloidea,
dikenal karena sistem pembuluh air mereka yang unik dan terdiri dari hanya dua
spesies yang baru-baru ini digabungkan ke dalam Asteroidea.
c)
Crinoidea (lili laut): sekitar
600 spesies merupakan predator yang menunggu mangsa.
d)
Echinoidea (bulu babi dan dolar pasir):
dikenal karena duri mereka yang mampu digerakkan; sekitar 1.000 spesies.
e)
Holothuroidea
(teripang atau ketimun laut): hewan panjang menyerupai siput;
sekitar 1.000 spesies.
f)
Ophiuroidea
(bintang ular dan bintang getas), secara fisik merupakan ekinodermata terbesar;
sekitar 1.500 spesies.
Bentuk hewan yang sudah punah dapat
diketahui dari fosil
termasuk Blastoidea,
Edrioasteriodea,
Cystoidea,
dan beberapa hewan Kambrium awal seperti Helicoplacus,
Carpoidea,
Homalozoa,
dan Eocrinoidea
seperti Gogia.
Echinodermata adalah filum hewan
terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air tawar atau darat.
Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya: kebanyakan memiliki simetri
radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima). Walaupun terlihat
primitif, Echinodermata adalah filum yang berkerabat relatif dekat dengan Chordata
(yang di dalamnya tercakup Vertebrata),
dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder. Larva bintang laut misalnya,
masih menunjukkan keserupaan yang cukup besar dengan larva Hemichordata.
Banyak di antara anggotanya yang
berperan besar dalam ekosistem laut, terutama
ekosistem litoral
pantai berbatu, terumbu karang,
perairan dangkal, dan palung laut.
Spesies bintang laut Pisaster ochraceus
misalnya, menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat
Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus edulis)sehingga
spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia
tersebut tidak mendominansi secara berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster planci
yang memakan polip
karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering
dianggap desktruktif, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa A. planci
sebenarnya adalah predator yang penting untuk ekosistem terumbu karang,
sehingga terjadi rekruitmen karang baru yang menggantikan koloni-koloni tua,
juga mengurangi tekanan kompetisi antara satu spesies karang dengan yang lain.
Echinodermata mempunyai kemampuan
untuk melakukan regenerasi bagian tubuhnya yang hilang, contohnya timun laut.
Apabila timun laut merasa dirinya terancam, maka timun laut akan menyemprotkan
organ tubuhnya agar mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri. Kelak, organ
tubuh yang hilang akan tumbuh kembali.
Filum Chordata
Filum Chordata adalah kelompok hewan,
termasuk vertebrata dan beberapa binatang
yang miriginvertebrata yang memiliki
ciri-ciri yang serupa. Semua anggota kelompok ini, pada suatu saat dalam
kehidupan mereka, memiliki notokorda,
tali saraf dorsal berongga, celah faring
(pharyngeal slits), endostyle, dan ekor
berotot yang melewati anus.
Vertebrata
merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang
belakang. Dalam sistem klasifikasi,
vertebrata
merupakan subfilum dari filum
Chordata. Chordata terbagi menjadi empat subfilum: Vertebrata,
Urochordata,
Cephalochordata,
dan Hemichordata. Urochordata
dan Cephalochordata
tergolong invertebrata.
Chordata meliputi hewan-hewan yang
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1)
Memiliki notokord,
yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord terletak di
antara saluran pencernaan dan tali saraf,
memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
2)
Memiliki tali saraf tunggal, berlubang
terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar
berupa otak.
3)
Memiliki ekor yang memanjang ke arah
posterior terhadap anus.
4)
Memiliki celah faring
Semua hewan yang tergolong
vertebrata memiliki rangkaian tulang kecil (vertebra) yang memanjang pada
bagian dorsal dari kepala hingga ekor. Rangkaian vertebra yang disebut tulang
punggung ini membentuk sumbu kerangka menggantikan notokord. Tulang punggung
berfungsi sebagai penyokong tubuh serta melindungi tali saraf.
Langganan:
Postingan (Atom)