Halaman


Tampilkan postingan dengan label ipa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ipa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2013

Kelas Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Kelas Tumbuhan Paku (Pteridophyta)- Pada klasifikasi makhluk hidup dalam lima kingdom, tumbuhan paku termasuk dalam kingdom Plantae. Tumbuhan paku termasuk kedalam tumbuhan berpembuluh. Tumbuhan paku sudah termasuk ke dalam tumbuhan kormus (Cormophyta) karena sudah memiliki akar, batang, dan daun yang jelas. Tumbuhan paku dapat hidup di atas tanah atau batu, menempel di kulit pohon (epifit), di tepi sungai di tempat-tempat yang lembap (higrofit), hidup di air (hidrofit), atau di atas sampah atau sisa tumbuhan atau hewan (saprofit). Sebagian besar tumbuhan paku mempunyai batang yang tumbuh di dalam tanah yang disebut rhizoma. Akar pada tumbuhan paku bersifat seperti serabut yang ujungnya dilindungi oleh kaliptra (tudung akar). Batang pada sebagian besar paku tidak terlihat karena berada di dalam tanah dalam bentuk rimpang. Akan tetapi, ada pula tumbuah paku yang memiliki batang di permukaan tanah yang bercabang, seperti pada Cyathea.
Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies tumbuhan paku yang diketahui sekitar 10.000 (diperkirakan 3.000 diantaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuhan paku tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. Tumbuhan paku cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas. Tumbuhan paku ada yang hidup sebagai saprofit dan ada pula sebagai epifit. Paku menyukai tempat lembab (higrofit), dari kawasan pantai sampai di daerah pegunungan tinggi.
Secara ringkas Tumbuhan paku memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Berbeda dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk kormophyta berspora.
2.      Baik pada akar, batang, dan daun, secara anatomi tumbuhan paku sudah memiliki berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
3.      Habitat tumbuhan paku ada yang di darat dan ada pula yang di perairan serta ada yang hidupnya menempel.
4.      Pada waktu masih muda tumbuhan, biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan bersisik.
5.      Tumbuhan paku dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan gemmae dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina.
6.      Dalam siklus hidup (metagenesis) tumbuhan paku terdapat fase sporofit, yaitu tumbuhan paku sendiri.
7.      Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya.
8.      Tumbuhan paku memiliki klorofil sehingga cara hidupnya hidupnya fotoautotrof.

Kelas Magnoliopsida

Kelas Magnoliopsida. Tumbuhan berbiji belah (atau tumbuhan berkeping biji dua atau dikotil) adalah segolongan tumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas yang sama: memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon). Daun lembaga ini terbentuk sejak dalam tahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah dua. Secara klasik, tumbuhan berbunga dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu tumbuhan berkeping biji dua dan tumbuhan berkeping biji tunggal (monokotil).
Sejumlah sistem klasifikasi tumbuhan yang berpengaruh, seperti sistem Takhtajan dan sistem Cronquist mengakui kelompok ini sebagai takson dan menamakannya kelas Magnoliopsida. Nama ini dibentuk dengan menggantikan akhiran -aceae dalam nama Magnoliaceae dengan akhiran -opsida (Pasal 16 dalam ICBN). Kelas Magnoliopsida dipakai sebagai nama takson bagi semua tumbuhan berbunga bukan monokotil. Magnoliopsida adalah nama yang dipakai untuk menggantikan nama yang dipakai sistem klasifikasi yang lebih lama, kelas Dicotyledoneae (kelas "tumbuhan berdaun lembaga dua" atau "tumbuhan dikotil")

Sistem klasifikasi APG II, yang perlahan-lahan mulai luas dipergunakan, tidak mengakui kelompok ini lagi karena bersifat parafiletik: tidak utuh jika tumbuhan berbiji tunggal tidak dimasukkan.

Hewan Mamalia

Hewan Mamalia atau yang kita kenal dengan sebutan hewan menyusui merupakan salah satu jenis hewan vertebrata atau memiliki tulang belakang
Secara umum, hewan mamalia sangat mudah dikenali dan diidentifikasi. Berikut ini adalah beberapa ciri utama hewan mamalia :
a)      Sebagian besar hewan mamalia hidup di daratan, meskipun demikian ada juga beberapa mamalia yang hidup di air, seperti ikan paus dan lumba- lumba.
b)      Memiliki kulit yang terdapat kelenjar keringat dan kelenjar minyak.
c)      Fertilisasi internal.
d)     Bernafas dengan paru- paru.
e)      Berdarah panas.
f)       Memiliki ruang jantung sempurna yang berjumlah empat buah.

g)      Memiliki otak yang berkembang dengan baik. 

Kelas Amphibi

Kelas Amphibi. Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. (Hidayat, 2009)
Amphibia terdiri dari 4 ordo yaitu Urodela (Salamander), Apoda (Caecilia), dan Anura ( katak dan kodok), Proanura (telah punah).
Amfibia mempunyai ciri-ciri:
·         tubuh diselubungi kulit yang berlendir
·         merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm)
·         mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik
·         mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang
·         matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam
·         pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam

·         berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal).

Kelas Reptilia

Kelas Reptilia. Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan peru-paru. Ciri umum kelas ini yang membedakan dengan Kelas yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik. Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa anggota ordo atau sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan pergantian kulit baik secara total yaitu pada anggota Sub-ordo Ophidia dan pengelupasan sebagian pada anggota Sub-ordo Lacertilia. Sedangkan pada Ordo Chelonia dan Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah mengalami pergantian atau pengelupasan. Kulit pada reptil memiliki sedikit sekali kelenjar kulit (Zug, 1993).
Reptilia termasuk dalam vertebrata yang pada umumnya tetrapoda, akan tetapi pada beberapa diantaranya tungkainya mengalami reduksi atau hilang sama sekali seperti pada serpentes dan sebagian lacertilia. Reptilia yang tidak mengalami reduksi tungkai umumnya memiliki 5 jari atau pentadactylus dan setiap jarinya bercakar. Rangkanya pada reptilia mengalami osifikasi sempurna dan bernafas dengan paru-paru (Zug, 1993).
Semua Reptil bernafas dengan paru-paru. Jantung pada reptil memiliki 4 lobi, 2 atrium dan 2 ventrikel. Pada beberapa reptil sekat antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri tidak sempurna sehingga darah kotor dan darah bersih masih bisa bercampur. Reptil merupakan hewan berdarah dingin yaitu suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan atau poikiloterm. Untuk mengatur suhu tubuhnya, reptil melakukan mekanisme basking yaitu berjemur di bawah sinarmatahari. Saluran ekskresi Kelas Reptilia berakhir pada kloaka. Ada dua tipe kloaka yang spesifik untuk ordo-ordo reptilia. Kloaka dengan celah melintang terdapat pada Ordo Squamata yaitu Sub-ordo Lacertilia dan Sub-ordo Ophidia. Kloaka dengan celah membujur yaitu terdapat pada Ordo Chelonia dan Ordo Crocodilia. (Zug, 1993).
Pada anggota lacertilia, lidah berkembang baik dan dapat digunakan sebagai ciri penting untuk identifikasi. Semua reptil memiliki gigi kecuali pada ordo testudinata. Pada saat jouvenile, reptil memiliki gigi telur untuk merobek cangkang telur untuk menetas, yang kemudian gigi telur tersebut akan tanggal dengan sendirinya saat mencapai dewasa. Beberapa jenis reptil memiliki alat pendengaran dan ada yang yang dilengkapi telinga luar atupun tidak. Pada beberapa jenis lainnya, alat pendengaran tidak berkembang. Mata pada reptil ada yang berkelopak dan ada yang tidak memiliki kelopak mata. Kelopak mata pada reptil ada yang dapat digerakkan dan ada yang tidak dapat digerakkan dan ada juga yang berubah menjadi lapisan transparan.
Habitat dari Kelas Reptilia ini bermacam-macam. Ada yang merupakan hewan akuatik seperi penyu dan beberapa jenis ular, semi akuatik yaitu Ordo Crocodilia dan beberapa anggota Ordo Chelonia, beberapa Sub-ordo Ophidia, terrestrial yaitu pada kebanyakan Sub-kelas Lacertilia dan Ophidia, bebepapa anggota Ordo Testudinata, sub terran pada sebagian kecil anggota Sub-kelas Ophidia, dan arboreal pada sebagian kecil Sub-ordo Ophidia dan Lacertilia.
Kelas reptilia dibagai menjadi 4 ordo, yaitu Rhyncocephalia (contohnya: Tuatara) Testudinata / Chelonia (contohnya: Penyu, Kura-kura, dan Bulus), Squamata (Contohnya: Serpentes, Lacertilia, dan Amphisbaena) dan Crocodilia (contohnya: Buaya, Aligator, Senyulong, dan Caiman). 

Kelas Aves (Burung)

Kelas Aves (Burung) : Pengertian, Ciri-ciri, Reproduksi, Contoh - Dalam kehidupan sehari-hari, Aves kita kenal sebagai kelompok burung. Secara umum tubuhnya terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor. Tubuhnya ditutupi oleh bulu, lengan depannya mengalami modifikasi sebagai sayap yang umumnya digunakan untuk terbang. Alat gerak belakang digunakan untuk berjalan, bertengger, atau berenang, dan umumnya dilengkapi dengan 4 jari. Mulut Aves meluas sebagai paruh dan tidak bergigi. Burung mempunyai berbagai bentuk paruh Aves dibedakan menjadi 2 subkelas, yaitu Subkelas Archaeornithes dan Subkelas Neornithes. Archaeornithes merupakan burung purba dan saat ini telah punah. Pada paruhnya terdapat gigi-gigi, ekornya masih bertulang, serta sayapnya masih bercakar. Misalnya adalah Archaeopteryx sp. Sedangkan Neornithes merupakan kelompok burung sejati. Tulang metacarpalia bersatu membentuk carpometacarpus, jari kaki keduanya merupakan jari terpanjang, memiliki 13 vertebrae caudal atau kurang, tulang dada (sternum) dengan atau tanpa carina, dan ekornya berbulu serta berukuran pendek
Neornithes merupakan kelompok burung modern yang sering kita temukan saat ini. Kelompok ini terdiri atas berbagai ordo. Ada yang merupakan burung pelari yang cepat, misalnya burung unta (Struthio camelus), burung terestial yang tidak dapat terbang, misalnya kiwi (Apteryx sp.), burung perenang di Antartika, pinguin (Aptenodytes sp.), dan kelompok burung penyanyi, misalnya burung gelatik

Hewan Invertebrata

Hewan Invertebrata (Tak Bertulang Belakang) : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi - Invertebrata adalah nama yang digunakan untuk menyebut kelompok hewan yang tidak bertulang belakang. Kata ini berasal dari bahasa Latin in (tanpa) dan vertebrae (tulang belakang). Invertebrata merupakan kelompok hewan yang jumlahnya sangat besar, terdiri dari berbagai filum, yaitu Porifera, Cnidaria (Coelenterata), Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata. Pada uraian berikut kalian bisa mempelajari ciri masing-masing filum dan contoh jenis-jenis hewan yang menjadi anggota filum tersebut.

Hewan Vertebrata

Hewan Vertebrata (Bertulang Belakang) : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Contoh, Gambar - Vertebrata adalah kelompok hewan bertulang belakang. Berbeda dengan kata “invertebrata” yang bukan merupakan kategori takson, kata “vertebrata” merupakan salah satu kategori takson di dalam Filum Chrodata, yaitu sebagai subfi lum. Ciri khas Filum Chordata adalah memiliki notochorda (notho: punggung dan chord: batang tali) atau corda dorsalis yang merupakan penyokong tubuhnya. Chordata terbagi menjadi 3 subfi lum, yaitu Cephalochordata (notochorda hanya di bagian kepala saja), Urochordata atau Tunicata (nothocorda hanya dalam ekor atau pada larvanya) dan Vertebrata (nothocorda membentuk aksis tubuh). Pada pembahasan ini kita akan membicarakan hewan-hewan anggota Subfilum Vertebrata.

Subfilum Vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang dari dalam tubuhnya yang terbuat dari bahan tulang rawan atau tulang sejati. Chorda dorsalis membentuk aksis tubuhnya dan membentuk vertebrae yang tersusun overlaping antara satu dengan yang lainnya, sistem syaraf dorsal membentuk saluran, otak kompleks, berdarah merah, dan memiliki 2 pasang alat gerak.

Filum Arthropoda

Filum Arthropoda adalah binatang yang kakinya beruas-ruas termasuk juga bagian perut (abdomen) dan dada (toraks) yang beruas-ruas, contoh : nyamuk, lalat, kecoak, kutu, udang, kaki seribu, dsb.  Berdasarkan contoh dari arthropoda yang telah disebutkan dan termasuk contoh lainnya dari arthropoda tidak semua dari jenis arthropoda yang dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Adapun pengaruh arthropoda bagi kesehatan manusia yaitu sebagai vektor (penular) penyakit dan sebagai penyebab penyakit.
Arthropoda merupakan suatu filum yang terdiri dari beberapa kelas, yaitu :
1.      Kelas serangga (Hexapoda/insecta),
2.      Kelas Arachnida, contoh : laba-laba
3.      Kelas myriapoda, contoh lipan
            4.      Kelas Chylopoda
            5.      Kelas Diplopoda, contoh kaki seribu.
Dan kelas arthropoda terdiri dari beberapa ordo, diantaranya :
1.      Ordo Diphtera, contoh : nyamuk dan lalat.
2.      Ordo Siphonaptera, contoh : pinjal tikus, pinjal kucing dsb
3.      Ordo Anoplura/ phtiraptera, contoh : kutu kepala, kutu dada, dan kutu kemaluan
4.      Ordo Orthoptera, contoh : kecoak dsb

Arthropoda yang dapat menjadi vektor penyakit dalam hal ini yang akan dibahas tidak mencakup keseluruhan tetapi yang akan dibahas adalah beberapa  arthropoda sebagai vektor penyakit. Adapun jenis artrhopoda yang dimaksud berasal dari kelas insecta, myriapoda khususnya  dan dari ordo diptera. Phtiraptera dan diphtera seperti yang tersebut di atas, diantaranya : kecoak, lalat, kutu, dan pinjal.

Filum Moluska

Filum Moluska : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh - Kata mollusca berasal dari Bahasa Latin mollis (lunak), sehingga Moluska berarti hewan yang bertubuh luak. Tubuhnya simetri bilateral, tripoblastik, dan tidak bersegmen. Tubuhnya yang lunak biasanya dilindungi pallium (mantle) yang menghasilkan sekret berupa eksoske leton dari zat kapur yang dikenal dengan cangkang atau concha. Bagian tubuh anterior adalah kepala, bagian ventral adalah kaki muskuler, dan bagian dorsal adalah massa visera. Saluran pencernaannya lengkap, mempunyai glandula digestoria dan glandula salivary, mulut dilengkapi dengan gigi parut atau radula. Respirasi biasanya dengan insang, paru-paru, atau melalui epidermis. Habitatnya di laut, air tawar, dan di darat. (Baca juga : Hewan Tak Bertulang Belakang)

Berdasarkan struktur tubuh, Moluska dibagi menjadi lima kelas, yaitu Amphineura Gastropoda, Scaphopoda, Cephalopoda, dan Pelecypoda. 

Filum Echinodermata

Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Lima atau enam kelas (enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang mencakup
a)      Asteroidea bintang laut: sekitar 1.500 spesies yang menangkap mangsa untuk makanan mereka sendiri
b)      Concentricycloidea, dikenal karena sistem pembuluh air mereka yang unik dan terdiri dari hanya dua spesies yang baru-baru ini digabungkan ke dalam Asteroidea.
c)      Crinoidea (lili laut): sekitar 600 spesies merupakan predator yang menunggu mangsa.
d)     Echinoidea (bulu babi dan dolar pasir): dikenal karena duri mereka yang mampu digerakkan; sekitar 1.000 spesies.
e)      Holothuroidea (teripang atau ketimun laut): hewan panjang menyerupai siput; sekitar 1.000 spesies.
f)       Ophiuroidea (bintang ular dan bintang getas), secara fisik merupakan ekinodermata terbesar; sekitar 1.500 spesies.
Bentuk hewan yang sudah punah dapat diketahui dari fosil termasuk Blastoidea, Edrioasteriodea, Cystoidea, dan beberapa hewan Kambrium awal seperti Helicoplacus, Carpoidea, Homalozoa, dan Eocrinoidea seperti Gogia.
Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya: kebanyakan memiliki simetri radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima). Walaupun terlihat primitif, Echinodermata adalah filum yang berkerabat relatif dekat dengan Chordata (yang di dalamnya tercakup Vertebrata), dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder. Larva bintang laut misalnya, masih menunjukkan keserupaan yang cukup besar dengan larva Hemichordata.
Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut. Spesies bintang laut Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus edulis)sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak mendominansi secara berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster planci yang memakan polip karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap desktruktif, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa A. planci sebenarnya adalah predator yang penting untuk ekosistem terumbu karang, sehingga terjadi rekruitmen karang baru yang menggantikan koloni-koloni tua, juga mengurangi tekanan kompetisi antara satu spesies karang dengan yang lain.

Echinodermata mempunyai kemampuan untuk melakukan regenerasi bagian tubuhnya yang hilang, contohnya timun laut. Apabila timun laut merasa dirinya terancam, maka timun laut akan menyemprotkan organ tubuhnya agar mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri. Kelak, organ tubuh yang hilang akan tumbuh kembali. 

Filum Chordata

Filum Chordata adalah kelompok hewan, termasuk vertebrata dan beberapa binatang yang miriginvertebrata yang memiliki ciri-ciri yang serupa. Semua anggota kelompok ini, pada suatu saat dalam kehidupan mereka, memiliki notokorda, tali saraf dorsal berongga, celah faring (pharyngeal slits), endostyle, dan ekor berotot yang melewati anus. Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang. Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata. Chordata terbagi menjadi empat subfilum: Vertebrata, Urochordata, Cephalochordata, dan Hemichordata. Urochordata dan Cephalochordata tergolong invertebrata.
Chordata meliputi hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1)      Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
2)      Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak.
3)      Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
4)      Memiliki celah faring

Semua hewan yang tergolong vertebrata memiliki rangkaian tulang kecil (vertebra) yang memanjang pada bagian dorsal dari kepala hingga ekor. Rangkaian vertebra yang disebut tulang punggung ini membentuk sumbu kerangka menggantikan notokord. Tulang punggung berfungsi sebagai penyokong tubuh serta melindungi tali saraf.

Senin, 22 April 2013

EKOLOGI


Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumahatau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. 
Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya,dimana salah satu interaksi terjadi antar makhluk hidup dengan lingkungannya.(Ernest Haeckel, 1834-1914).
Semua makhluk hidup di alam mempunyai peran berbeda dalam dalam menyusun keberhasilan irama keseimbangan sebagaimana firman tuhan dalam Q.S Al-Hijr, ayat 19-21 yang artinya “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran”(ayat 19). “Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya”(ayat 20). “Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.”(ayat 21).
Didalam ekologi terdapat ekologi tumbuhan dan hewan. Ekologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dan lingkungan, lingkungan biotik maupun abiotik. Sedangkan ekologi hewan merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hewan dan lingkungan, lingkungan biotik maupun abiotik.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekologi merupakan cabang ilmu biologi yang pembahasannya tidak terlepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik.
Untuk menerangkan jumlah individu atau populasi diperlukan satuan pengukuran seperti kepadatan, frekuensi dan luas. Sedangkan untuk menghitung jumlah individu dan populasi atau komunitas dilakukan dengan cara pengambilan sampel populasi yang kemudian sampel tersebut dapat ditarik kesimpulan.
Ada berbagai metode yang dapat digunakan dalam sampling, salah satunya adalah metode plot atau berpetak dimana metode ini berbentuk segiempat yang digunakan untuk sampling tumbuhan darat dan hewan sisile.

Minggu, 24 Februari 2013

AIR


AIR MEMILIKI SIFAT TERTENTU

                Salah satu wujud dari zat adalah cair. Air sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, tanpa air semua makhluk hidup akan mati. Contoh zat cair antara lain :  minyak tanah,bensin, air, dll.
                Sifat air antara lain sebagai berikut :
1.       Mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah.
2.       Permukaan yang tenang selalu datar.
3.       Bentuk sesuai dengan wadahnya
4.       Mempunyai berat.
5.       Memberikan tekanan ke segala arah.
6.       Meresap melalui celah – celah keci atau kapilaritas.
7.       Dapat berubah wujud.
8.       Air dapat melarutkan zat – zat tertentu.
Sifat permukaan air yang tenang selalu datar, sering sekali dimanfaatkan oleh tukang bangunan untuk memasang ubin. Alat tersebut sering disebut dengan waterpas.
Tekanan air pada berbagai kedalaman berbeda. Besarnya tekanan zat cair terhadap benda yang dimasukkan kedalamnya tergantung pada jarak benda dari permukaan zat cair, semakin dalam semakin besar pula tekanannya. Pascal menyebutkan bahwa tekanan yang diberikan kepada zat cair yang berada di dalam sebuah ruangan tertutup akan diteruskan oleh zat cair itu kesegala arah sama rata.
Di daerah Klimantan, air tidak hanya dimanfaatkan untuk keperluan sehari – hari. Akan tetapi air juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi. Tidak hanya itu tenaga air juga dapat di manfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. Aliran air yang deras seprti pada air terjun dapat dimanfaatkan menjadi tenaga untuk menggerakkan turbin. Besarnya arus listrik yang dihasilkan generator  tergantung pada cepat lambatnya putaran turbin. Sumber energi listrik yang berasal dari tenaga air disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). 

UDARA


UDARA

                Udara ada disekitar kita. Makhluk hidup memerlukan udara untuk bernafas. Berikut ini adalah sifat – sifat udara antara lain :
1.       Ada di mana – mana, tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan
2.       Menempati ruangan
3.       Mempunyai massa
4.       Bentuk, volume, dan berat jenis selalu berubah
5.       Memberikan tekanan
6.       Mengembang jika dipanaskan, dan menyusut bila didinginkan
7.       Udara panas mempunyai tekanan yang lebih rendah dari pada udara dingin
8.       Udara yang bergerak memiliki tekanan yang lebih rendah dari pada udara diam
Angin adalah udara yang bergerak. Berikut ini adalah contoh angain atau udara yang bergerak antara lain :
1.       Angin pasat adalah angin yang bertiup sepanjang tahun menuju ke daerah khatulistiwa
2.       Angin buritan adalah angin yang bertiup dari arah belakang kapal atau perahu
3.       Angin sakal buritan adalah angin yang bertiup dari arah depan kapal atau perahu
4.       Angin darat adalah angin yang bertiup dari darat ke laut. Angin ini bertiup pada malam hari dan digunakan nelayan untuk melaut
5.       Anagin laut adalah angin yang bertiup dari laut ke darat. Angin ini bertiup pada siang hari dan di gunakan para nelayan untuk pulang ke daratan
Udara di bumi ini ada beberapa bagian. Prosentase bagian – bagian penyusunan udara adalah sebagai berikut :
1.       Nitrogen : 78 %
2.       Oksigen : 21 %
3.       Argon : 0,9%
4.       Karbon dioksida : 0,03%
5.       Neon, helium, kripton, hidrogen, xenon, dan ozon : 0,07%

Kamis, 17 Januari 2013

SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN


A.    Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia untuk lebih mensejahterakan hidupnya. Sumber daya alam di bumi yang menyangkut abiotik dan biotik untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan manusia.

B.     Macam-macam Sumber Daya Alam
Terdapat berbagai macam sumber daya alam berdasarkan sifatnya, jenisnya, dan potensinya.
a.       Berdasarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya di bagi menjadi 3, yaitu :
1.      Sumber daya alam yang dapat diperbaharui
Sumber daya alam ini dapat diusahakan kembali keberadaannya sehingga dapat dimanfaatkan secara terus menerus. Contoh : hewan dan tumbuhan.
2.      Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
Sumber daya alam ini tidak dapat diperbaharui ataupun jika dapat diperbaharui membutuhkan waktu jutaan tahun lamanya untuk membentuk sumber daya alam tersebut kembali. Contoh : minyak bumi, batu bara.
3.      Sumber daya alam yang tidak bisa habis
Sumber daya alam yang dapat dipakai secara terus-menerus.Contoh : air, cahaya matahari, udara.

b.      Berdasarkan jenisnya
Berdasarkan jenisnya dibagi menjadi 2, yaitu:
1.      Sumber daya alam hayati
Sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Contoh : hasil pertanian, peternakan dan perikanan.
2.      Sumber daya alam non hayati
Sumber daya alam yang bukan berupa makhluk hidup atau berupa benda mati. Contoh : air, tanah, hasil tambang.

c.       Berdasarkan potensinya
Berdasarkan potensinya dibagi menjadi 3, yaitu:
1.      Sumber daya alam dan materi, berkaitan dengan sesuatu yang fisik.Contoh: Besi, minyak bumi, tanah, pasir.
2.      Sumber daya alam energi, berkaitan dengan sesuatu yang menghasilkan energi. Contoh : Cahaya matahari, air, udara.
3.      Sumber daya ruang. Contoh : biosfer yaitu makhluk hidup yang ada di bumi.

C.    Pengertian Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai suatu sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang dapat mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya (UULH No.23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup).

D.    Konsep Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang jumlahnya semakin terbatas dan mengalami kerusakan merupakan suatu kendala bagi berlangsungnya pembangunan nasional.Oleh karena itu, dalam menangani persoalan tersebut harus mendapatkan perhatian yang serius, karena apabila tidak dilakukan dengan serius justru akan membahayakan kehidupan manusia itu sendiri.Untuk itu sangatlah penting melakukan inventarisasi dan evaluasi sumber daya alam agar dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam tersebut, baik sumber daya alam hayati maupun non hayati lebih hati-hati dan sangat diperlukan bagi pembangunan.
Sumber daya alam sebagai modal dasar dalam pembangunan, memang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan kesejahteraan rakyat banyak dengan cara-cara yang tidak menimbulkan kerusakan.Cara-cara yang digunakan hendaknya dapat memelihara dan mengembangkan potensi sumber daya alam tersebut, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar dalam menunjang pembangunan.

E.     Pemanfaatan Sumber Daya Alam
1. Pemanfaatan hewan
·         Sebagai sumber pangan , contoh: ayam menghasilkan telur.
·         Sebagai sumber sandang, contoh: bulu domba dibuat kain wol
·         Sebagai sumber penghasil kerajinan, contoh: tanduk rusa dibuat aneka hiasan.
·         Sebagai alat transportasi, contoh: kuda untuk menarik delman.
2. Pemanfaatan tumbuhan
·         Sebagai sumber pangan, contoh: tanaman jagung, kelapa, padi, wortel.
·         Sebagai sumber sandang, contoh : tanaman kapas.
·         Sebagi sumber bahan bangunan, contoh: Tanaman jati, mahoni .
3. Pemanfaatan air
·         Memenuhi kebutuhan sehari-hari
·         Sebagai irigasi
·         Sebagai alat transportasi
·         Pembangkit energi
·         Sebagai rekreasi



F.     Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Dalam Undang-Undang Lingkungan hidup (UULH) No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 1 Ayat 2 disebutkan bahwa pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemlihan, dan pengembangan lingkungan hidup. Semetara Pasal 1 ayat 1 pada UU yang sama, lingkungan hidupn adalah suatu kesatuaan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, makhluk hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesehjahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Pengelolaan lingkungan diorientasikan pada 3 hal penting, yaitu :
1.         Pengelolaan terhadap lingkungan yang didalamnya terdapat unsur-unsur  sumber daya alam sebagai objek.
2.         Pengelolaan terhadap proses-proses yang berlangsung selama pemanfaatan sumber daya lingkungan, dan
3.         Pengelolaan manusia sebagai subjek dalam pemanfaatan sumber daya lingkungan.
Untuk itu, pengelolaan lingkungan secara keseluruhan harus dilakukan secara terpadu terhadap 3 aspek tersebut. Untuk mencapai fungsi pengelolaan tersebut, terdapat 3 pendekatan secara konseptual dalam melakukan pengelolaan, yaitu :
1.         Pengelolaan ssumber daya lingkungan, yang dalam hal ini dipandang sebagai objek yang perlu diatur pemanfaatannya. Mekanisme pengelolaannya dilakukan melalui intervensi terhadap penggunaan tanah dan udara dalam satu wilayah.
2.         Pengelolaan proses-proses fisik, kemis, dan biologis yang terdapat di dalam lingkungan, pendekatan pengelolaannya didasarkan pada teknologi tepat guna.
3.         Pengelolaan lingkungan sebagai intervensi terhadap proses-prses sosial, ekonomis, dan politis. Pendekatan ini bersumber pada perilaku dan menempatkan manusia sebagai sumber dari segala perubahan lingkungan.
G.    Pelestarian Sumber Daya Alam
Ada berbagai macam cara dalam pelestarian sumber daya alam, antara lain :
1.         Reboisasi, yaitu suatu upaya penanaman kembali dilahan-lahan yang gundul.
2.         Tebang pilih, yaitu melakukan penebangan dengan memilih tanaman yang umurnya sudah tua.
3.         Tebang tanam, yaitu setelah menebang pohon , kemudian menggantinya dengan tanaman baru.
4.         Suaka marga satwa, yaitu tempat untuk melindungi hewan-hewan langka.
5.         Cagar alam, yaitu tempat untuk melindungi tanaman yang langka agar tidak punah.

H.    Masalah Kependudukan dan Lingkungan Hidup
Meningkatnya jumlah penduduk dan pembangunan terutama pembangunan fisik, telah membawa konsekuensi dengan makin meningkatnya tingkat pengambilan atau pemanfaatan sumber daya alam. Oleh karena itu, masalah pelestarian sumber daya alam dan lingkungan menjadi masalah yang penting untuk di tanggapi dan dilaksanakan oleh semua pihak.Masalah akibat meningkatnya jumlah penduduk yang tak kalah penting untuk dicermati adalah masalah pencemaran.
Menurut Sastrawijaya (1991), polutan atau zat pencemar dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:



1.      Zat pencemar yang bersifat kuantitatif
Terdiri atas unsur-unsur yang secara alamiah telah ada di dalam alam, tetapi jumlahnya semakin bertambah karena kegiatan manusia sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran.Misalnya: CO₂, pospor dan nitrat.
2.      Zat pencemar yang bersifat kualitatif
Terdiri atas senyawa-senyawa yang terjadi karena disengaja dibuat manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi kurang bijaksana dalam penggunaannya sehingga mencemari lingkungan.Misalnya: pestisida

Berdasarkan sifat dari zat pencemarnya, pencemaran dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
1.      Pencemaran fisik
Pencemaran yang diakibatkan oleh zat-zat yang berwujud padat,cair ataupun gas. misalnya pencemaran akibat limbah plastik
2.      Pencemaran kimiawi
Pencemaran yang diakibatkan zat-zat kimia. misalnya pencemaran yang terjadi akibat pemakaian pestisida.
3.      Pencemaran biologis
Pencemaran yang diakibatkan oleh makhluk hidup.Misalnya bakteri tertentu yang menyebabkan pencemaran pada badan air, sehingga menyebabkan manusia diare ketika meminum air tersebut.

Berdasarkan tempat terjadinya, pencemaran lingkungan dibedakan menjadi 3,yaitu:
1.      Pencemaran Udara
Dapat terjadi karena faktor alam maupun karena campur tangan manusia.Contoh faktor alam yaitu letusan gunung berapi yang mengeluarkan gas maupun debu  yang berbahaya.Adapun faktor manusia diantaranya adalh penggunaan CFC untuk AC maupun kulkas,aerosol dari hairspray,dan yang paling mendonominan adalah asap kendaraan bermotor maupun asap dari kegiatan industri.
2.      Pencemaran Air
Merupakan masuknya bahan pencemar yang melebihi batas ke badan air,seperti sungai,laut  atau sumur.pencemaran air dapat diakibatkan dari limbah rumah tangga,kegiatan pertanian,limbah buangan dari pabrik yang dibuang ke sungai,maupun pencemaran akibatnya bocornya kapal tanker pengangkut minyak bumi.
3.      Pencemaran Tanah
Merupakan pencemaran yang menyebabkan kerusakan pada tanah, misalnya menurunkan tingkat kesuburan ,dsb.Pencemaran tanah dapat diakibatkan oleh pembuangan bahan pencemar yang tidak degradable (tidak dapat diuraikan mikroorganisme tanah) misalnya plastik,pecahan kaca,dsb.
4.      Pencamaran Suara
Pencemaran suara yaitu pencemaran yang diakibatkan suara yang begitu bising.Pencemaran suara terjadi jika terdapat bunyi gaduh dengan kekuatan diatas 50 dB/desible,Merupakan ukuran tingkat kebisingan.Bunyi tersebut dapat mengganggu kesehatan dan ketenangan manusia.Kebisingan menyebabkan penduduk sulit tidur, tuli,stress, maupun gangguan kejiwaan.Pencemaran ini dapat diakibatkan oleh suara mesin-mesin pabrik,suara pesawat terbang yang terlalu bising, bahkan suara kendaraan bermotor akibat kemacetan yang luar biasa dikota-kota besar.
Pencemaran lingkungan, terutama akibat dari kegiatan manusia mengakibatkan berbagai dampak buruk, baik bagi kehidupan manusia, bagi makhluk hidup lain, maupun bagi lingkungan. Pencemaran lingkungan dapat mengakibatkan :
1.      Keracunan dan penyakit
pencemaran udara dapat mengakibatkan keracunan maupun penyakit dalam paru-paru. Selain itu orang yang men konsumsi sayur, ikan, ataupun bahan makanan lain yang tercemar dapat mengalami keracunan, bahkan mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, mengalami kerusakan susunan saraf,  bahkan penyakit berbahaya lain.
2.      punahnya spesies
adanya polutan di biota darat maupun air dapat mengakibatkan jenis hewan tertentu mengalami keracunan bahkan mati.
3.      terjadinya efek rumah kaca dan terbentuknyaa lubang ozon
penggunaan CFC yang berlebihan maupun pencemaran dari proses  pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang kurang sempurna dari dapat menyebabkan terbentuknya lubang ozon dan terjadinya efek rumah kaca yang akan membahayakan kehidupan mahkhluk hidup.
4.      Gangguan keseimbangan lingkungan
punahnya spesies tertentu tentu akan mengubah pola interaksi dalam ekosistem,seperti mengubah rantai makanan dan, maupun daur materi.
5.      kesuburan tanah berkurang
pembuangan pencemaran ke tanah tentunya dapat mengalibatkan kesuburan tanah berkurang sehingga produktivitas lahanpun juga berkurang.
6.      Penurunan kualitas hidup manusia
terjadinya Penurunan kualitas hiup manusia banyak disebabkan oleh faktor manusia yang menjadi komponen terpenting dalam kehidupan. Manusia dalam pemanfaatan sumber daya lingkungan lebih memprioritaskan pada kepentingan manusia tanpa melihat kepentingan lingkingan biotik dan abiotiknya.