Halaman


Kamis, 25 April 2013

PRINSIP - PRINSIP PERKEMBANGAN MANUSIA



1.    Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
            Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai arti pokok ialah adanya perubahan. perubahan yang dimaksud adalah perubahan-perubahan yang menuju kepada kemajuan kemajuan.pertumbuhan adalah perubahan perubahan yang  terjadi pada aspek jasmani,biologisanatomis dan  fisiologis
            Disamping pertumbuhan yang bersifat jasmaniah seperti uraian diatas, pada muda tadi mulai dari fuetus, terjadilah prubahan perubahan  yang bersifat kejasmanian tetapi berupa  kemampuan kemampuan yang disebut kemampuan kejiwaan  .misalnya pada fuetus umur enam sampai tujuhbulan sudah terasa dapat bergerak; bayi dapat mengisap air susu ibunya, pada kanak kanak umur satu tahun sudah mulai belajar  berbicara, dan misalnya kemauan psikis, misalya kemauan, perasaan, fikiran, dan sebagainya. Tentunya antara pertumbuhan jasmaniah dan perkembangan psikis ada keselarasan.
            Seluruh massa pertumbuhan dan perkembangan manusia dapat dibuat tahap tahapnya atau periodisasinya sebagai berikut :
1.      Massa prenatal ,atau massa pregnansi atau massa dalam kandungan , yang terbagi atas
a)      Massa germsel dari saat pembuahan sel telur(ovum)dengan sepermatozoon ,0 sampai minggu ketiga
b)      Massa embrional (janin) usia kandungan mulai minggu keempat sampai minggu keenam
c)      Massa fuetal (fuetus adalah bayi dalam kandungan,sudah berbentuk manusia kecil)dari minggu ketujuh sampai bayi lahir (bulan kesepuluh).
2.      Massa posnatal ,massa sesudah bayi lahir, terbagi di atas :
a)      Massa neonatus, massa jambang bayi, saat lahir sampai minggu lahir
b)      Masa bayi menyusu, sampai umur satu tahun
c)      Masa kanak-kanak kecil, umur 1 sampai 4 tahun.
d)     Masa kanak-kanak, umur 4 sampai 7 tahun.
e)      Masa sekolah, umur 7 sampai 12 tahun.
f)       Masa remaja, umur 13 sampai 18 tahun.
g)      Masa adolesensi, umur 19 sampai 23 tahun.
h)      Masa dewasa dari umur 24 sampai 25 tahun.

2.   .Prinsip-Prinsip Hereditas
a)      Prinsip reproduksi ; yakni bahwa ciri-ciri yang diperoleh atau anak-anaknya.Misalnya,kecakapan-kecakapan, pengetahuan, cita-cita dan yang lainnya.
b)      Prinsip komformitas, adalah bahwa tiap-tiap jenis atau golongan (spesies) akan menghasilkan jenisnya sendiri.Misalnya, jenis manusia juga akan menghasilkan manusia lagi, bukan jenis yang lain, misalnya monyet. Dengan adanya prinsip komformitas ini, maka setiap anggota jenis atau golongan akan mengikuti pola umum jenisnya.
c)      Prinsip variasi, ialah bahwa sel-sel benih atau germsel berisi banyak determinan atau penentu yang mempunyai mekanisme percampuran (perpaduan) dalam bermacam-macam sehingga menghasilkan perbedaan-perbedaan individual. Dengan prinsip variasi ini, maka anak sebagai keturunan orang tuanya, mungkin akan menyerupai dan mungkin tidak menyerupai sifat-sifat tertentu dari orang tuanya.
d)     Prinsip regresifilial: Hal ini diajukan oleh ahli genetika Francis Galten. Maksud dari regesifilial adalah bahwa sifat-sifat dari orang tua akan menghasilkan kuturunannya dengan kecendrungan kepada sifat rata-ratanya. Umpamanya, dari orang tua yang genius
(amat cerdas) belum tentu anaknya juga genius.

3.    Mekanisme herederitas
Secara biologis keturunan manusia dapat terjadi karena fertilisasi (pembuahan)sel telur (ovum)dari ibu dan sel spermatozoon dari ayah.hal ini terjadi karena ada hubungan seksual antara ayah dan ibu,dan ada sel spermatozoon yang dapat bertemu dengan ovum dalam indung telur ibu.tentang mekanisme hereditas, yakni cara-cara pewarisan sifat-sifat atau ciri-ciri dari orang tua kepada anak-anaknya memang masalah yang amat unik atau pelik, muskil, dan rumit sekali. Dengan penelitian mikroskopik terhadap sel-sel tubuh manusia, ahli genetika menemukan struktur-struktur yang disebut kromosom-kromosom. Kromosom tadi berupa benang-benang protoplasma yang berpasang-pasangan.setiap pasangan kromosom diduga berisi bermacam-macam susunan unsur-unsur yang tidak dapat dilihat dan disebut gene-gene. Dan dengan adanya gene itulah maka karakteristik orang tua dapat menurun kepada anak-anaknya.
4      .Hukum Perkembangan Manusia
Hukum perkembangan manusia lebih bersifat memberi pola umum, sehingga berlakunya kurang lebih mendekati.Adapun sederetan hukum perkembangan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a.       Hukum tempo perkembangan
Hukum tempo perkembangan memberi pola.Bahwa tiap anak mempunyai masa tertentu untuk mengembangkan suatu kemampuan. Tiap fungsi jiwa mempunyai waktu tertentu untuk berkembang, yang berbeda waktu yang dibutuhkan antara fungsi-fungsi jiwa itu sendiri.
b.      Hukum irama perkembangan
Hukum irama perkembangan memberi pola, memberi pola bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan suatu fungsi jiwa ada yang panjang dan ada yang pendek, sehingga memberi kesan cepat atau lambat seperti irama lagu.
c.       Hukum atau teori masa peka dalam perkembangan
Hukum atau teori masa perkembangan, bahwa fungsi-fungsi atau kemampuan jiwa tumbuh dan berkembang saat tertentu dengan menunjukkan keistimewaan atau terlihat jelas.
d.      Hukum atau teori rekapitulasi perkembangan
Hukum rekapitulasi perkembangan member pola, bahwa perkembangan anak itu mengulang generasi sebelumnya.
e.       Hukum atau teori masa menentang
Teori masa menentang memberi pola, bahwa pada masa-masa tertentu anak-anak suka menentang atau melawan, membandel, keras kepala.

f.       Teori eksplorasi dan penemuan
Teori ekplorasi dan penemuan mengatakan, bahwa dalam permainan anak-anak ada sifat mencari-cari dan menemukan sesuatu.
g.      Teori batas-batas perkembangan
Teori batas-batas perkembangan mengatakan bahwa perkembangan anak itu memang ada batas-batasnya .
h.      Hukum konvergensi (Fudyartanta, 1981, bab III – IV)
Hukum ini mengatakan bahwa hasil perkembangan anak ditentukan atau dipengaruhi oleh kekuatan dari pembawaan 

          Hukum tempo perkembangan memberi pola, bahwa tiap anak massa atau waktu tertentu untuk mengembangkan sesuatu kemampuan. Tiap fungsi jiwa juga mempunyai waktu tertentu untuk berkembang,yang berbeda waktu yang dibutuhkan antara fungsi fungsi jiwa itu sendiri
          Hukum irama perkembangan memberi pola, bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan suatu fungsi jiwa ada yang panjang dan ada yang pendek, memberi kesan cepat atau lambat seperti irama lagu.sedangkan hukum atau massa peka perkembangan memberi pola, bahwa fungsi-fungsi atau kemampuan jiwa tumbuh dan berkembang pada saat-saat tertentu dengan menunjukkan keistimewaan atu terlihat jelas misalnya massa peka berbicara tumbuh pada kanak-kanak kecil umur dua tahun. 
         Teori rekapitulasi perkembangan memberi pola, bahwa perkembangan anak itu mengulang generasi sebelumnya.Dan teori massa menentang memberi pola,Bahwa pada massa tertentu anak suka menentang atau melawan ,membandel,keras kepala. Misalnya pada anak-anak umur sampai 5 tahun, sering anak anak bersikap keras kepala,ngeyel, berani menentang ibunya
           Teori eksplorasi dan penemuaan mengatakan, bahwa permainan anak anak ada sifat mencari cari dan menemukan sesuau. Pada teori batas-batas perkembangan mengatakan bahwa perkembangan anak itu memang ada batas-batasnya .Misalnya dibatasi oleh pembawaan, pengaruh lingkungan yang kuat.
     Teori konvergensi mengatakan ,bahwa hasil perkembangan anak ditentukan atau dipengaruhi oleh kekuatan dari pembawaan dan kekuatan pengaruh lingkungan sekitar.Teori konvergensi ini pertama di ajukan oleh willam stern

5       Kapassitas Dasar dan Realisasinya
      Untuk mempermudah memahami adanya potensi dan bagaimana realisasinya pada setiap anak, dapat diilustrasikan begini.Sebuah mobil mempunyai mesin berukuran 2000cc dan pada speedometer tertera angka tertinggi 200. Apa arti ini? Artinya mobil ini mempunyai potensi kecepatan jalan 200 km/jam? Jawabnya tentu tergantung dari kondisi luarnya, Misalnya bagaimana keadaan jalannya, aspalan atau jalan tanah, datar atau turun naik, Lalu sopirnya bagaimana, juga apa yang dimuat, ini semua akan mempengaruhi kecepatan mobil tadi jika dijalankan potensi kecepatan200 km/jam pada mobil tadi dapat diumpamakan sebagai pembawaan yang berupa kapasitas dasar , kemampuan dasar, yang sedikit banyak yang akan menjadi batas realisasi kecepatannya

Senin, 22 April 2013

EKOLOGI


Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumahatau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. 
Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya,dimana salah satu interaksi terjadi antar makhluk hidup dengan lingkungannya.(Ernest Haeckel, 1834-1914).
Semua makhluk hidup di alam mempunyai peran berbeda dalam dalam menyusun keberhasilan irama keseimbangan sebagaimana firman tuhan dalam Q.S Al-Hijr, ayat 19-21 yang artinya “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran”(ayat 19).Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya”(ayat 20).Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.”(ayat 21).
Didalam ekologi terdapat ekologi tumbuhan dan hewan. Ekologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dan lingkungan, lingkungan biotik maupun abiotik. Sedangkan ekologi hewan merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hewan dan lingkungan, lingkungan biotik maupun abiotik.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekologi merupakan cabang ilmu biologi yang pembahasannya tidak terlepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik.
Untuk menerangkan jumlah individu atau populasi diperlukan satuan pengukuran seperti kepadatan, frekuensi dan luas. Sedangkan untuk menghitung jumlah individu dan populasi atau komunitas dilakukan dengan cara pengambilan sampel populasi yang kemudian sampel tersebut dapat ditarik kesimpulan.
Ada berbagai metode yang dapat digunakan dalam sampling, salah satunya adalah metode plot atau berpetak dimana metode ini berbentuk segiempat yang digunakan untuk sampling tumbuhan darat dan hewan sisile.

Minggu, 21 April 2013

MENINGKATKAN SEMANGAT SISWA DI KELAS


A.      Semangat Kelas
Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran yang efektif dapat menimbulkan semangat kelas dan membuat pembelajaran menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan tinggi terbukti meningkatkan hasil belajar. Suasana gembira disini bukan berarti suasana ribut, hura-hura, kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. Ciri-ciri suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menyenangkan di antaranya adalah sebagai berikut :
1.      Ciri suasana belajar yang menyenangkan
a)      Rileks
b)      Bebas dari tekanan
c)      Aman
d)     Menarik
e)      Bangkitnya minat belajar
f)       Adanya keterlibatan penuh
g)      Perhatian peserta didik tercurah
h)      Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang, pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak)
i)        Bersemangat
j)        Perasaan gembira
k)      Konsentrasi tinggi
2.      Ciri suasana belajar yang tidak menyenangkan
a)      Tertekan
b)      Perasaan terancam
c)      Perasaan menakutkan
d)     Merasa tidak berdaya
e)      Tidak bersemangat
f)       Malas/tidak berminat
g)      Jenuh/bosan
h)      Suasana pembelajaran monoton
i)        Pembelajaran tidak menarik siswa

B.       Penyebab Rendahnya Semangat di Kelas
Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya semangat belajar dikelas, diantaranya:
Pertama, ketika guru dengan bertindak otoriter menjadi galak dan memandang siswa sebagai objek, bukan sebagai subyek. Hal itu menyebabkan siswa merasa tidak dianggap.
Kedua, ketika guru memandang siswa sebagai tabularasa (kertas kosong) sehingga harus dicorat-coret dengan seenaknya. Siswa merasa tidak dapat nmengungkapkan pengalaman ataupun pengetahuan yang sebenarnya telah ia miliki atau bertentangan dengan bakat dan kemampuannya.
Ketiga, ketika proses pembelajaran dari awal hingga akhir dikuasai sepenuhnya oleh guru. Hal ini membuat siswa kehilangan kebebasan mengekpresikan siapa dia sebenarnya dan apa yang ia miliki.
Keempat, lingkungan fisik sekolah, baik di dalam kelas maupun lingkungan sekolah menjadi tempat yang tidak enjoy bagi siswa. Lingkungan sekolah yang kaku dan penataan kelas yang terlihat kumuh dan monoton membuat siswa tidak betah di lingkungan sekolah.  

C.      Cara Meningkatkan Semangat di Kelas
Dunia belajar mengajar adalah dunia yang terus berkembang. Seorang guru yang terus menerus gunakan metode dan pendekatan yang sama saat mengajar, akan terlihat menjadi guru yang hanya menjalankan rutinitas. Terbayanglah sudah jika seorang individu hanya menjalankan rutinitas belaka, maka ia sendiri sebagai pelaku akan mudah terjebak untuk menjadi jenuh dan cepat jadi bosan pada profesi yang menjadi pilihannya. Jika ia tidak bosan maka yang terjadi individu tersebut akan menjadi diam ditempat, tidak berkembang dan lupa untuk belajar. Hal tersebut dapat menurunkan semangat siswa untuk belajar didalam kelas.
Salah satu jembatan yang bisa menghubungkan antara antusiasme, suasana hati seorang guru dan tugas kesehariannya sebagai pendidik adalah hal yang disebut sebagai perencanaan. Dengan merencanakan guru bisa menikmati profesinya sambil bisa menikmati kehidupan sosialnya. Sehingga siswa dapat merasa nyaman berada dikelas dan semangat dalam belajar dikelas. Berikut ini beberapa ciri pribadi guru yang memiliki perencanaan yang baik dalam mengajar:
1.      Sudah ada di kelas sebelum kelas dimulai, waktunya bisa 5 sampai 10 menit sebelum siswa datang ke kelas. Dengan demikian ia tidak sering berdiri membelakangi siswa saat menulis atau melakukan persiapan sesuatu dalam mengajar.
2.      Tidak sekedar membawa dirinya saja, tapi juga tampil dengan bahan dan sumber belajar, seperti misalnya kartu permainan untuk guru bahasa, dan alat peraga yang sederhana yang sifatnya hands on yang bisa dipakai oleh siswanya di kelas.
3.      Mulai kelas dengan tepat waktu, guru yang merencanakan pembelajarannya dengan baik tidak sabar untuk segera memulai kelas.
4.      Jika mengajar hanya satu jam pelajaran ia akan memaksa siswanya untuk siap segera memulai kegiatan dan langsung memberikan arahan serta instruksi pekerjaan pada siswa. Ia tidak akan membiarkan siswa kehilangan arah dan mulai berulah mengobrol atau mengganggu temannya. Semuanya sibuk karena sudah ada pekerjaan yang mesti dikerjakan.
5.      Jika ia mengajar lebih dari 2 jam pelajaran, ia akan membagi siswanya dalam group dengan rotasi dengan alokasi waktu yang sama. Group berguna untuk membuat siswa mnjadi sibuk. Siswa yang sibuk apalagi dengan tugas bermakna menjadi ciri suasana pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangka.
6.      Ia akan banyak mengajukan pertanyaan pada siswanya di kelas, siswa akan diarahkan dengan pertanyaan dan bukan dengan ceramah atau perintah.
7.      Penugasan kepada siswa dilakukan dengan pola penugasan berupa paket yang terdiri dari soal yang sedikit, ringkas tapi menantang.
8.      Ia akan selalu melihat jam, tapi bukan karena ia bosan. Ia melihat jam demi memastikan semua target pembelajarannya hari ini tercapai dan memenuhi hasrat pengabdian profesional sebagai guru.
9.      Selalu tersenyum saat menerangkan dan tidak mudah marah saat ada siswa yang berbuat kesalahan. Hal ini terjadi karena ia yakin dengan arah pembelajarannya dan panik hanya karena ada satu saja siswa yang berulah.
10.  Suasana kelasnya ‘turun naik’, artinya tidak melulu sunyi senyap, tapi juga ‘meriah’ jika siswa sedang diajak untuk belajar dengan debat, kuis atau kompetisi kecil yang menyenangkan. Saat itu terjadi ia akan cepat menutup pintu khawatir akan mengganggu kelas lain, hal ini cepat diantisipasi karena masuk dalam perencanaannya sebelum mengajar.
Ketika seorang anak mengikuti pelajaran di dalam kelas , ia kelihatan malas, tidak bersemangat dan meletakan kepalanya di atas meja serta sesekali mencorat-coret mejanya juga memainkan permainannya. Ia kelihatan tidak tertarik dengan materi pelajaran yang disampaikan saat itu. Bahkan ada beberapa anak lain yang membuat kegaduhan saat pelajaran sedang berlangsung.
Kejadian seperti di atas tentu sering ditemui dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Dan hal seperti demikian pula sering membuat seorang guru terpancing emosinya karena melihat ulah anak yang tidak bersemangat maupun anak yang tidak memperhatikan pelajaran yang sedang dilakukan.
Kalau 
diperdalam pemahaman terhadap kelas yang demikian tentu ada sesuatu yang salah telah terjadi pada kegiatan belajar yang sedang berlangsung. Dengan demikian tentu kita sebagai guru harus secepat mungkin memahami kondisi yang demikian. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan
  1. Sebelum mengajar membuat rencana sejelas dan sebaik mungkin tentang langkah-langkah pembelajaran yang akan kita laksanakan.
  2. Melakukan KBM sesuai dengan rencana yang telah kita buat
  3. Mengatasi segera setiap kejadian yang akan menghambat kegiatan belajar anak
  4. Membawa anak kedalam suasana yang menyenangkan dan bukan yang menakutkan
  5. Mempergunakan metode permainan agar anak selalu semangat dalam mengikuti pelajaran kita
  6. Menggunakan media pembelajaran dengan kreatif
  7. Memperbanyak kegitan belajar yang melibatkan anak tidak semata-mata pembelajaran adalah milik guru
  8. Mengendalikan diri agar tidak mudah terpancing emosi dengan tingkah laku anak yang tidak inginkan.

PENDEKATAN TEKNOLOGI DALAM MANAJEMEN KELAS


A.    Manajemen Kelas Yang Berbasis Teknologi
            Pembelajaran tidak hanya terpaku pada kegiatan yang lebih dari hanya berbicara dan transfer pengetahuan. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi sekolah mencari bentuk baru dalam proses pembelajaran anak. Pembelajaran yang dimaksud adalah perkembangan teknologi dimasa kini dan mendatang, murid butuh untuk persiapan dirinya terutama kaitanya dengan perkembangan proyek yang harus dikerjakan baik secara individual maupun kelompok. Hal ini tentunya mendorong para guru untuk lebih bertindak sebagai coaching dari pada upaya sekedar telling dan spending ilmu pengetahuan.

            Pemanfaatan teknologi informasi adalah basis dalam pengembangan pembelajaran di dalam kelas, baik dalam pengaturan kelas dengan alat teknologi tersebut (praktek), maupun kelas yang di sett dengan alat tekologi yang memungkinkan anak dapat mempelajari apa yang diinginkannya dengan bantuan alat teknologi tersebut. Teknologi memberikan dan menuntut hal-hal berikut :
1.      Menuntut guru melakukan pekerjaan dan alat yang lebih rumit
2.      Mengarah kepada peran guru sebagai pelatih dari pada sebagai penyalur pengetahuan
3.      Menyediakan kesempatan kepada guru untuk mempelajari isi pembelajaran kembali dan menggunakan metode yang tepat berdasarkan kurikulum yang ada
4.      Dapat memberikan dorongan kepada murid untuk bekerja lebih keras dan lebih berhati-hati dalam belajar
5.      Membangun budaya nilai dan mutu pekerjaan dalam sekolah secara signifikan.
                                                                                        

B.     Inovasi Dalam Sarana Kelas
            Inovasi sarana kelas harus mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku yaitu UUSPN NO.20 tahun 2003 dan Standar Nasional Pendidikan PP 19 taun 2005 yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

            Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

            Inovasi sarana kelas yang akan dilakukan oleh guru harus memperhatikan dalam memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik.

C.    Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Restruturisasi Kelas Dengan Basis Teknologi
            Merupakan hal yang penting bagi guru ketika memikirkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi tidak hanya terfokus pada teknologi komputer, walaupun memang pada saat ini komputer adalah salah satu alat yang sedang digemari oleh sekolah dalam mendukung kegiatan anak disekolah walaupun baru sampai pada tahap kegiatan ekstrakurikuler saja. Ada alat lainnya yang juga bisa dimanfaatkan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan tidak hanya sebagai alat bantu akan tetapi memang sebagai kegiatan belajar yang dijalani oleh siswa, seperti telepon, facsimile, video teknologi, dan lain-lainnya.
            Yang harus dipikirkan dan menjadi bahan pertanyaan bagi guru ketika membuat perencanaan pengajaran dengan berbasiskan teknologi adalah : 1)what general role do these technologies play in the class room, 2)what are the implications of using technology for me as a teacher, 3)will the use of technology help me students learn, 4)how do I integrate them into my teaching.

            Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam teknologi yang kita gunakan adalah :
1.      Teknologi itu bisa menyediakan informasi
2.      Membangun pengetahuan dan keterampilan murid
3.      Bisa mengakses sumber belajar lainnya.

            Guru berkepentingan untuk memilih dan menentukan teknologi yang digunakan terutama kaitannya dengan kepentingan spesifikasi kegiatan belajar yang harus dilakukan oleh siswa dan hasil yang diharapkan. Oleh karena itu hal-hal berikut ini perlu diperhatikan oleh guru :
1.      The depth and quality of the information provide may vary
2.      Different technologies and their application have direct implication on the number in which the classroom in organized
3.      Technologies differ on cosst and amound of integration needed to use them
4.      Technologies vary in the flexibility of use.

            Implikasinya bagi guru dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran adalah memperlancar kegiatan dan memudahkan dalam proses pembelajaran karena sebagai berikut :
1.      Menuntut banyak kegiatan dari siswa dan menuntut murid untuk banyak berhati-hati dalam menyiapkan pekerjaannya
2.      Dapat menyajikan bahan ajar yang kompleks
3.      Mempercayai murid dapat memahami konsep yang berat
4.      Dapat mempertemukan kebutuhan individu murid yang paling baik
5.      Dapat lebih memokuskan pada kegiatan murid sebagai senter dalam proses pembelajarannya
6.      Membuka lebih luas perbedaan individual dan permasalahan yang muncul dalam pembelajaran
7.      Membuka kesempatan yang lebih luas dalam perbedaan pengalaman belajar bagi murid
8.      Lebih professional, karena diantara alat yang ada dapt mengurangi waktu dalam memberikan instruksi dan lebih kepada membantu anak dalam belajar.

Pertanyaan lainnya bagi guru ketika memulai pembelajaran dengan basis teknologi adalah :
ü  Bagaimana murid mereaksi terhadap teknologi yang dipergunakan dalam belajarnya ?
ü  Bagaimana teknologi memberikan dampak terhadap pengetahuan yang akan diberikan kepada murid dan bagaimana murid dapat menangkapnya?
ü  Bagaimana teknologi dapat merubah ruang dan waktu dalam keiatan belajar dan mengajar?
ü  Keterampilan baru apa yang harus dimiliki murid ketika akan memulai belajar?
ü  Bagaimana teknologi dapat merubah kelas dan hubungan guru dengan murid?
ü  Bagaimana teknologi memberikan dampak terhadap prestasi di kelas?
ü  Bagaimana teknologi ini bekerja?
ü  Berapa banyak waktu yang dapat dibutuhkan untuk mempersiapkan teknologi dalam pembelajaran di kelas?
ü  Apakah teknologi dapat merubah gaya belajar?
ü  Permasalahan apa yang dapat ditemukan bila memanfaatkan teknologi terutama dalam pengelolaan kelas?

D.    Lingkungan Untuk Efektivitas Penggunaan Teknologi
            Teknologi di dalam kelas membantu memperlancar kegiatan belajar yang harus dilalui oleh murid dan memberikan kemudahan bagi guru dalam proses mentransfer ilmu pengetahuan kepada muridnya. Oleh karena itu lingkungan kelas harus memberikan dukungan kepada kegiatan belajar yang menyenangkan bagi murid dan guru mengajar dengan nyaman pula. Hal esensial yang harus diperhatikan dalah sebagai berikut:
1.      Perlengkapan teknologi harus tepat sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
      Dasar utama adanya atau pemanfaatan teknologi di dalam kelas adalah kesesuaian dengan kebutuhan pembelajaran. karena apabila tidak berkesesuaian maka teknologi itu hanya sekedar pajangan saja tanpa memiliki nilai manfaat pendukung dalam proses belajar mengajar.
2.      Akan membutuhkan banyak waktu dan mempelajarinya ketika teknologi masuk dalam program instruksional.
      Kesiapan guru dalam memahami dan mampu mengoperasikan teknologi yang dimanfaatkan menjadi unsur penting selanjutnya. Setelah dapat memahami dan mengoperasikannya, selanjutnya bagaimana mengemas bahan ajar kedalam teknologi tersebut.
3.       Unsur-unsur pendukung sangat dibutuhkan seperti keselamatan, kenyamanan, dan keindahan.
      Dalam proses belajar mengajar keselamatan dan kenyamanan tidak diperhatikan akan membahayakan anggota kelas. Dengan adanya teknologi tidak menimbulkan ketakutan dan keindahan tetap terjaga.
4.      Tenaga pendukung juga diperlukan ketika penggunaan teknologi lebih kompleks.

Apabila pengoperasiannya memerlukan pengetahuan yang tinggi, maka guru dapat memanfaatkan petugas pengoperasian teknologi tersebut yang lebih mampu dan berpengalaman.