Halaman


Rabu, 16 Januari 2013

PENGUKURAN BESARAN DAN SISTEM SATUAN


Sumber : Suansah, S.Pd
Dipopulerkan oleh : Susilo Adi Prasetyo


PENGUKURAN
BESARAN DAN SISTEM SATUAN
A.      PENDAHULUAN
Fisika :
1.       Ilmu pengetahuan yang mempelajari benda-benda dialam, gejala-gejala, kejadian-kejadian alam serta interaksi dari benda-benda dialam .
2.       Fisika merupakan ilmu pengetahuan dasar yang mempelajari sifat-sifat dan interaksi antar materi dan radiasi.
3.       Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada pengamatan eksperimental dan pengukuran kuantitatif (Metode Ilmiah).

B.      BESARAN DAN SATUAN
1.       Besaran :
Sesuatu yang dapat diukur  dinyatakan dengan angka (kuantitatif) Contoh : panjang, massa, waktu, suhu, dll.
2.       Mengukur :
Membandingkan suatu besaran dengan besaran standar sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
3.       Satuan :
 Ukuran dari suatu besaran ditetapkan sebagai satuan.
 Contoh :
a.       meter, kilometer             à satuan panjang
b.      detik, menit, jam             à satuan waktu
c.       gram, kilogram                 à satuan massa
d.      dll.
4.       Sistem satuan : ada 2 macam
a.       Sistem Metrik :
1)      mks (meter, kilogram, sekon)
2)       cgs (centimeter, gram, sekon)
b.      Sistem Non metrik (sistem British)
5.       Sistem Internasional (SI)
 Sistem satuan mks yang telah disempurnakan à yang paling banyak dipakai sekarang ini.
Ada 7 besaran pokok berdimensi dan 2 besaran pokok tak berdimensi
7 Besaran Pokok dalam Sistem internasional (SI)
NO
Besaran Pokok  
Satuan   
Singkatan
Dimensi   
1
Panjang
Meter
m
L
2
Massa
Kilogram
kg
M
3
Waktu
Sekon
s
T
4
Arus Listrik
Ampere
A
I
5
Suhu
Kelvin
K
θ
6
Intensitas Cahaya
Candela
cd
j
7
Jumlah Zat
Mole
mol
N
Besaran Pokok Tak Berdimensi
NO
Besaran Pokok  
Satuan   
Singkatan
Dimensi  
1
Sudut Datar
Radian
rad
-
2
Sudut Ruang
Steradian
sr
-


6.       Dimensi
Cara besaran itu tersusun oleh besaran pokok.
a.       Guna Dimensi :
1)      Untuk menurunkan satuan dari suatu besaran
2)      Untuk meneliti kebenaran suatu rumus atau persamaan
b.      Metode penjabaran dimensi
1)      Dimensi ruas kanan = dimensi ruas kiri
2)      Setiap suku berdimensi sama
7.       Besaran Turunan
Besaran yang diturunkan dari besaran pokok.
Beberapa contoh besaran turunan, antara lain :
a.       Kecepatan
b.       Percepatan
c.        Gaya
d.       Tekanan
e.      Volume
f.         Luas
g.       Usaha
h.      daya
Sebagai contoh kecepatan adalah besaran turunan.
                                                     Jarak
Kecepatan  =      _____   , Jarak dan waktu adalah besaran pokok
                                                   Waktu
Besaran Turunan dan Dimensi
NO
Besaran Pokok  
Rumus  
Dimensi
1
Luas
panjang x lebar
[L]2   
2
Volume
panjang x lebar x tinggi
[L]3  
3
Massa Jenis
[m] [L]-3 
4
Kecepatan
 
[L] [T]-1  
5
Percepatan
 
[L] [T]-2
6
Gaya
massa x percepatan
[M] [L] [T]-2 
7
Usaha dan Energi
gaya x perpindahan
[M] [L]2 [T]-2  
8
Impuls dan Momentum
gaya x waktu
[M] [L] [T]-1 

GERAK LURUS


Sumber : Suansah, S.Pd
Dipopulerkan oleh : Susilo Adi Prasetyo

GERAK LURUS

A.      ARTI GERAK
suatu benda dikatakan bergerak manakala kedudukan benda itu berubah terhadap benda lain yang dijadikan sebagai titik acuan.
benda dikatakan diam (tidak bergerak) manakala kedudukan benda itu tidak berubah terhadap benda lain yang dijadikan sebagai titik acuan.

1.       Gerak adalah perubahan posisi suatu benda terhadap titik acuan. Titik acuan adalah titik awal atau titik tempat pengamat.
2.       Gerak bersifat relatif artinya gerak suatu benda sangat bergantung pada titik acuannya. Benda yang bergerak dapat dikatakan tidak bergerak, sebagai contoh meja yang ada dibumi pasti dikatakan tidak bergerak oleh manusia yang ada dibumi. Tetapi bila matahari yang melihat maka meja tersebut bergerak bersama bumi mengelilingi matahari.
3.       Gerak semu adalah benda yang diam tetapi seolah-olah bergerak karena gerakan pengamat.

Contoh yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika kita naik mobil yang berjalan maka pohon yang ada dipinggir jalan kelihatan bergerak. Ini berarti pohon telah melakukan gerak semu. Gerakan semu pohon ini disebabkan karena kita yang melihat sambil bergerak.

B.      PEMBAGIAN GERAK
1.       Bedasarkan lintasannya gerak dibagi menjadi 3
a.       Gerak lurus yaitu gerak yang lintasannya berbentuk lurus
b.       Gerak parabola yaitu gerak yang lintasannya berbentuk parabola
c.        Gerak melingkar yaitu gerak yang lintasannya berbentuk lingkaran
2.       Berdasarkan percepatannya gerak dibagi menjadi 2
a.         Gerak beraturan adalah gerak yang percepatannya sama dengan nol (a=0) atau gerak yang kecepatannya konstan.
b.        Gerak berubah beraturan adalah gerak yang percepatannya konstan (a=konstan) atau gerak yang kecepatannya berubah secara teratur
C.      GERAK LURUS
1.    Gerak benda yang lintasannya lurus dinamakan gerak lurus.
2.    Gerak lurus suatu benda dalam kehidupan sehari-hari umumnya tidak beraturan.

Minggu, 16 Desember 2012

MAGNET

MAGNET
Benda yang dapat menarik logam disebut MAGNET. Macam-macam bentuk magnet, antara lain: magnet batang magnet ladam magnet jarum. Setiap magnet mempunyai dua ujung yang masing-masing ujungnya dinamakan kutub utara dan kutub selatan. Daerah di sekitar magnet dipengaruhi oleh magnet. Besar kecilnya pengaruh magnet tergantung pada jarak magnet terhadap tempat itu. Sebuah magnet batang digantung pada titik beratnya. Sesudah keadaan setimbang tercapai, ternyata kutub-kutub batang magnet itu menghadap ke Utara dan Selatan.
Kutub magnet yang menghadap ke utara di sebut kutub Utara.
Kutub magnet yang menghadap ke Selatan disebut kutub Selatan.
Kesimpulan : Kutub-kutub yang sejenis tolak-menolak dan kutub-kutub yang tidak sejenis tarik-menarik
Hal serupa dapat kita jumpai pada magnet jarum yang dapat berputar pada sumbu tegak ( jarum deklinasi ).
Kutub Utara jarum magnet deklinasi yang seimbang didekati kutub Utara magnet batang, ternyata kutub Utara magnet jarum bertolak. Bila yang didekatkan adalah kutub selatan magnet batang, kutub utara magnet jarum tertarik.
Besar kecilnya pengaruh magnet pada tempat  akan diketahui jika kita meletakkan benda yang dapat ditarik magnet pada tempatnya.
Berdasarkan sifatnya magnet dibagi 3 :
a.       Feromagnetik ( benda yang dapat ditarik oleh magnet )
b.      Paramagnetik ( benda yang dapat ditarik magnet dengan lemah )
c.       Diamagnetik ( benda yang tidak dapat ditarik magnet )
Diamagnetik Dan Para Magnetik.
Sehubungan dengan sifat-sifat kemagnetan benda dibedakan atas Diamagnetik dan Para magnetik.
Benda magnetik : bila ditempatkan dalam medan magnet yang tidak homogen, ujung-ujung benda itu mengalami gaya tolak sehingga benda akan mengambil posisi yang tegak lurus pada kuat medan. Benda-benda yang demikian mempunyai nilai permeabilitas relatif lebih kecil dari satu. Contoh : Bismuth, tembaga, emas, antimon, kaca flinta.
Benda paramagnetik : bila ditempatkan dalam medan magnet yang tidak homogen, akan mengambil posisi sejajar dengan arah kuat medan. Benda-benda yang demikian mempunyai permeabilitas relatif lebih besar dari pada satu. Contoh : Aluminium, platina, oksigen, sulfat tembaga dan banyak lagi garam-garam logam adalah zat paramagnetik.
Benda feromagnetik : Benda-benda yang mempunyai effek magnet yang sangat besar, sangat kuat ditarik oleh magnet dan mempunyai permeabilitas relatif sampai beberapa ribu. Contoh : Besi, baja, nikel, cobalt dan campuran logam tertentu ( almico ).

                 DAFTAR PUSTAKA
 

Jumat, 14 Desember 2012

Tumbuhan berhijau daun dapat menghasilkan zat tepung


Tumbuhan Berhijau Daun Dapat Menghasilkan Zat Tepung.
Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan kloropil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986)
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball, 2002).
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organic H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball, 2002).
Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993).
Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).
Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan :
6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi

Tergantung pada bahan yang digunakan, maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri, 2000).
Fotosintesis berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :
1.      Reaksi Terang
Reaksi terang fotosintesis merupakan reaksi pengikatan energi cahaya oleh klorofil yang berlangsung digrana yang dilaksanakan oleh fotosistem. Fotosistem merupakan unit yang mampu menangkap energi cahay matahari dalam rantai transfor elektron pada fotosintesis. Tersusun atas kompleks antene pusat reaksi dan akseptor elektrona (Saimbolon, 1989).
2.      Reaksi gelap
Reaksi gelap fotosintesis merupakan reaksi pengikatan CO2 oleh molekul RBP (Ribolosa Bifosfat) untuk mensintesis gula yang berlangsung distroma, reaksi gelap meliputi 3 hal penting, yaitu:
a. Karboksilasi, merupakan pengikatan CO2 oleh RPB untuk membentuk molekul PGA.
b. Reduksi ; PGA (3C) direduksi oleh NADPH menjadi PGAL (3C).
c. Regenerasi ; pembentukan kembali RBP.



DAFTAR PUSTAKA

Al Maetha, Julie. 2011. “Percobaan Sach”. (online)
(http://juliealmaetha.wordpress.com diakses tanggal 26 Desember 2011)

Azmiyati, Choiril, Wigati Omegawati dan Rohana Kusumawati. 2008. “IPA 5 Salingtemas untuk Kelas 5 SD/MI”. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

http://ayosinauonline.com diakses tanggal 26 Desember 2011